Samir Nasri menjadi pahlawan kemenangan perdana dalam English Premier League. Sang juara bertahan
Manchester City 3-2 atas Southampton, di Etihad Stadium, Manchester,
Minggu (19/8/2012) malam. Namun selebrasi gol Nasri yang menunjukkan
kalimat "Eid Mubarak" ucapan Selamat Idul Fitri itu menuai kontroversi.
Nasri mencetak gol keunggulan City pada menit ke-80 saat kedudukan
masih 2-2. Usai membobol gawang Kevin Davis, gelandang Timnas
Perancis itu berlari mengangkat sebagian kaosnya dan menunjukkan
tulisan "Eid Mubarak" di kaos dalamnya.
Kemudian wasit Howard Webb lantas merogoh saku kemudian mengganjar Nasri
dengan kartu kuning usai selebrasi tersebut. Keputusan Webb inilah yang
menuai kontroversi, setidaknya di antara para pengguna Twitter.
Tak lama usai kejadian itu, puluhan bahkan ratusan twitt mempertanyakan keputusan wasit.
Paul Stanley pemilik akun @PaulStanley77 yang merupakan seorang
pendukung Swansea City menulis "Nasri picks up a booking for lifting his
shirt over his head but Tevez does exactly the same but doesn't get
booked, Nice one Howard".
Sebelum selebrasi Nasri, Carlos Tevez memang sudah
lebih dulu melakukan selebrasi usai mencetak gol pada menit 40. Tevez
mengangkat kaosnya dan menunjukkan tulisan "Lugano" di kaos bagian dalam.Tulisan tersebut merupakan tempat Tevez dilahirkan.
Sementara itu pemilik akun @TudgeMH bernama Matt Tudge Harrison,
seorang mahasiswa jurusan media asal Preston, Inggris menyoroti nuansa
motif rasis atas keputusan itu. Dia juga membandingkan selebrasi Nasri
dan Tevez yang merujuk latar belakang pribadi masing-masing pemain.
"hint of racism by the premier league? tevez not booked for his t-shirt
celebration, but Nasri has been was it cause his said "Eid Mubarak"?"
tulisnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar